Yoyon Maryono Jalani Dua Profesi yang Saling Menunjang

0

Menekuni dua profesi sekaligus tentu tidak mudah. Namun hal itulah yang dijalani oleh Yoyon Maryono. Dua profesi tersebut adalah sebagai Pranatacara atau MC dan sebagai Marketing di Pandanaran Hill. Bahkan yang membanggakan, meski menekuni dua profesi Yoyon Maryono mampu mengukir prestasi di kedua bidang yang ditekuni.

“Bagi saya pekerjaan sebagai Marketing dan MC bisa saling menunjang. Perusahaan pun tidak mempermasalahkan karena memang tidak mengganggu pekerjaan saya di sini. Bahkan melalui pekerjaan saya sebagai MC, banyak relasi yang akhirnya memutuskan membeli rumah melalui saya. Sehingga saya pernah menjadi Best Marketing 2007-2011,” papar Yoyon Maryono, saat ditemui di kantornya yang terletak di Jalan Sambiroto Raya Semarang.

Yoyon Maryono menceritakan, setelah lulus Teknik Sipil Universitas Diponegoro dia bergabung dengan Jaya Metro di bagian proyek, kemudian ke bagian perencanaan, dan pada tahun 1995 di bagian marketing. Yoyon merasa cocok bekerja di bidang ini, karena jiwanya memang suka bekerja di lapangan, bukan di belakang meja.

Pada tahun 2000, Yoyon tertarik untuk belajar belajar Bahasa Jawa lebih dalam. Tidak cukup belajar otodidak, dia kemudian melanjutkan dengan kursus di Suryo Condro dan Permadani. Kemampuan tersebut yang mengantarkannya menjadi pranatacara atau MC. Bahkan juga dipercaya untuk menjadi penyiar di TVRI dari tahun 2000 – 2010.

“Pertama menjadi pranatacara langsung di sebuah hotel besar di Semarang. Awalnya tentu agak canggung karena belum berpengalaman. Namun karena dipercaya oleh penyelenggara saya pun mempersiapkan diri agar acara bisa berjalan lancar dan sukses. Dari situlah awal mula karir saya sebagai pranatacara atau MC,” jelasnya.

Kemauan untuk terus belajar membuat Yoyon Maryono terus berkembang kemampuannya. Berbagai acara pun telah dipercayakan kepadanya, baik itu untuk acara pernikahan, gathering, peluncuran produk maupun untuk berbagai acara lainnya. Tidak hanya di Semarang, Yoyon Maryono juga sering untuk diminta menjadi pranatacara di Jakarta maupun berbagai kota lain di Jawa.

“Sampai saat ini saya juga menjadi pranatacara di salah satu gedung ternama di Semarang sejak sekitar 15 tahun yang lalu. Saya terus melengkapi kemampuan, agar menjadi pranatacara yang serba bisa. Berbagai lagu saya hafalkan, ini penting karena jika pengisi acara belum datang, saya bisa membawakan lagu agar acara tetap hidup,” imbuhnya.

Bagi Yoyon Maryono, Bahasa Jawa dan pranatacara adalah hobi yang menjadi profesi. Selama masih dibutuhkan masyarakat dia akan terus berkiprah di bidang ini. Karena menurutnya, hal itu bukan sekadar profesi tapi juga membawa misi kebudayaan Jawa agar tetap lestari.

KOMENTAR ANDA

Share.

Leave A Reply