Trekking Mangrove, Pesona Baru Maerakaca

0

Tempat-tempat hits di Semarang terus bermunculan, yang terbaru adalah Trekking Mangrove Maerakaca. Tempat ini bahkan telah menjadi buruan para pengguna instagram sejak awal dibangun pada November lalu. Sabtu (24/12), Trekking Mangrove sepanjang 135 meter yang terbuat dari bambu ini selesai dibangun. Tabloid Simpang5 yang juga hadir dalam acara peluncuran tersebut, melihat langsung bagaimana perubahan yang tengah terjadi di Maerakaca yang terletak di Kawasan PRPP Jawa Tengah ini.

Awalnya ketika meluncur ke Maerakaca siang itu, terbayang lokasi yang tidak begitu ramai seperti saat terakhir mengunjungi tempat ini beberapa tahun silam. Namun begitu memasuki gerbang, anggapan tersebut langsung buyar. Terlihat para pengunjung melakukan berbagai aktivitas. Ada yang sedang foto di depan tulisan Maerakaca, ada yang sedang antre naik perahu wisata, maupun yang sedang berjalan-jalan atau duduk-duduk menikmati suasana.

Keramaian sangat tampak ketika mendekati miniatur laut Jawa. Para pengunjung yang sebagian besar dari generasi muda terlihat asik dengan aktivitasnya masing-masing. Ada yang nongkrong di Kafe Jembatan Harapan, ada yang menyusuri Trekking Mangrove, dan tentunya sambil mencari posisi yang keren untuk mengambil foto.

Puri Maerakaca beberapa tahun ini memang sedang berbenah. Tempat yang dibangun tahun 1991 dan selesai tahun 1993 ini dahulu merupakan salah satu tujuan wisata favorit di Jawa Tengah, para pengunjung bisa melihat langsung 35 rumah adat di lahan seluas 20 hektar. Seiring berjalananya waktu, tempat yang juga sering disebut Taman Mini Jawa Tengah ini kian meredup

Tahun 2015, pengelola Puri Maerakaca mulai melakukan pembenahan. Berbagai kegiatan digelar di Puri Maerakaca. Pengunjung pun secara bertahap kembali meramaikan tempat yang namanya diambil dari epos Mahabarata yang berarti taman yang sangat indah ini. “Tahun 2014 jumlah pengunjung 28 ribu orang, 2015 naik jadi 73 ribu orang, 2016 melebihi target awal kami 125 ribu orang, tahun 2017 target kami pengunjung 200 ribu orang,” kata Direktur Utama PT PRPP Titah Listyorini, dalam sambutan syukuran dimulainya revitalisasi Maerakaca.

Pembenahan Jembatan Harapan dan pembangunan Trekking Mangrove merupakan langkah awal revitalisasi Maerakaca. Revitalisasi rencananya akan dilakukan dalam beberapa tahap. Pada tahap awal akan difokuskan untuk eksplore miniatur laut Jawa. Sea walk sepanjang 500 meter dan lebar 2 meter akan dibangun dari anjungan Blora hingga Brebes. Beberapa titik pemberhentian dengan spot-spot menarik untuk foto akan dibuat di sepanjang sea walk.

“Kami juga akan menghadirkan resto vintage, floating market atau pasar terapung, dan Legenda Cheng Ho dengan miniatur kapalnya. Di pasar apung, akan ada sekitar 40 perahu yang ditambatkan yang menyajikan berbagai kuliner khas Jawa Tengah seperti tahu gimbal, pecel, gandos dan lainnya,” papar Titah.

Selain berbagai pembenahan dan pembangunan fisik, PT PRPP juga melakukan penyegaran dengan branding baru. Nama Puri Maerakaca akan berubah menjadi Grand Maerakaca. Pengelola juga sudah menyiapkan maskot, namanya Bendi dan Bindi. Inspirasinya dari bandeng yang dikenal sebagai kekayaan laut Jawa. “Berbagai kegiatan juga akan terus digelar untuk terus menyemarakkan Maerakaca,” imbuhnya.

Sudah penasaran untuk menikmati berbagai pembenahan tersebut? Rencananya pembangun tahap pertama ini akan diluncurkan dalam rangkaian peringatan HUT Kota Semarang pada Mei 2017. Namun selagi menunggu revitalisasi tahap pertama selesai, tentu pengunjung tetap bisa menikmati berbagai pembangunan yang telah rampung dikerjakan.

KOMENTAR ANDA

Share.

Leave A Reply