#SpreadTheLove

0

Kalau anda tidak asing dengan social media, pasti paham dengan hashtag seperti judul di atas. Ya hashtag atau tagar kata yang biasa dilampirkan di postingan social media seperti Facebook atau Twitter untuk mengelompokkan topik dan mempermudah pencarian. Namun banyak orang belum terlalu paham bagaimana memanfaatkan hashtag dengan benar. Ada yang biasa mencantumkan hashtag banyak-banyak di postingan mereka, dengan harapan mendatangkan banyak pembaca. Duh padahal itu justru sangat mengganggu. Akan lebih baik jika para pemasar menggunakan hashtag untuk membuat suatu aktivitas yang positif atau bergabung dengan suatu movement yang viral.

Di perusahaan yang saya pimpin, HeroSoftMedia Digital Agency dan Meme Florist, kami baru saja mencanangkan suatu movement atau gerakan sosial yang kita sebut #SpreadTheLove. Terjemahan Spread The Love dalam bahasa Indonesia berarti “Sebarkan Cinta”. Ide dari gerakan ini adalah untuk setiap transaksi penjualan yang terjadi, kami menyisihkan setidaknya Rp. 1.000 per transaksi. Dana yang terkumpul kemudian digunakan untuk kegiatan sosial seperti bagi-bagi makanan ke para pengemis, buku dan peralatan sekolah ke anak-anak kurang mampu, dan sebagainya. Setiap personil di team kami juga boleh ambil bagian, tanpa paksaan. Ada yang mengurangi sebatang rokok per hari untuk uangnya disisihkan. Atau cukup dengan menabung seribu perak per hari.

Nah disinilah serunya, setelah itu kita akan posting di social media foto dan video aktivitas tersebut dengan hastag #SpreadTheLove, dan kita akan challenge beberapa teman untuk melakukan kegiatan yang sama. Mungkin anda ingat dengan sebuah fenomena gerakan yang dinamakan Ice Bucket Challenge? Awalnya gerakan ini dimulai dari Amerika Serikat, dengan tujuan mempublikasikan suatu penyakit syaraf yang dikenal sebagai ALS. Kegiatan ini sempat menimbulkan pro kontra, karena dianggap hanya sebagai sensasi tanpa manfaat yang jelas. Orang-orang di berbagai belahan dunia mengguyur diri dengan seember air es, lalu menyebarkan video mereka ke berbagai social media. Mereka kemudian saling menantang teman, keluarga, dan kenalannya untuk ikut melakukan hal yang sama. Sehingga aktivitas ini terus bergulir untuk sekian lama bahkan hingga ke Indonesia. Aksi ini menjadi begitu populer meski sebenarnya banyak yang tidak paham makna awalnya. Alias mereka hanya ikut-ikutan saja untuk seru-seruan.

Mengapa gerakan tersebut bisa menyebar begitu hebat ke seluruh dunia? Faktor social media menjadi kunci utamanya. Betapa kemampuan social media menyebarkan suatu konten begitu viral dalam waktu yang sangat singkat. Dengan simbol hashtag yang memudahkan orang untuk mencari konten sejenis. Misalnya seperti #icebucketchallenge atau yang kita lakukan sekarang #SpreadTheLove.

Sebagai pebisnis ataupun pengguna social media individu, kita punya kesempatan untuk ikut ambil bagian dalam suatu movement atau gerakan semacam ini melalui social media. Suatu hashtag movement yang populer akan cenderung banyak dicari dan dilihat orang. Mirip dengan tujuan kegiatan pemasaran bukan?

Perusahaan besar tentunya mengenal istilah CSR (Corporate Social Responsibility). Banyak yang menganggap CSR adalah semacam donasi untuk masyarakat dalam bentuk program amal (charity). Biasanya program CSR diadakan oleh para pengusaha sebagai bentuk tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar. Namun sebagian melakukannya hanya karena Undang-Undang yang mewajibkan perusahaan besar untuk melakukannya. Padahal sebenarnya CSR bisa dijadikan sebagai bagian dari strategi marketing.

Salah satu perusahaan sabun terkenal, Dettol, memiliki sebuah program CSR yang disebut Give Life a Hand. Untuk setiap share tentang program tersebut di social media, Dettol memberikan edukasi cara cuci tangan yang benar kepada anak-anak di sekolah, dan juga membuat tempat-tempat cuci tangan di lokasi umum. Di program ini juga dicanangkan hari cuci tangan sedunia. Kegiatan CSR ini didasarkan pada data bahwa 1 orang anak meninggal setiap menitnya karena diare. Wow.. sebuah program CSR yang smart. Memberi dampak positif sekaligus menjadi strategi marketing perusahaan. Win-Win solution.

Sebagian besar UKM mungkin belum mengenal atau melakukan CSR layaknya perusahaan-perusahaan besar. Tapi kita bisa meniru spirit atau semangat sosial tersebut. Saya mengajak anda pembaca untuk bergabung dalam movement #SpreadTheLove ini. Cukup dengan 1000 rupiah sehari. Dana yang terkumpul anda kelola dan salurkan sendiri untuk manfaat social yang positif. Lalu sebarkan foto dan videonya di Facebook, Instagram, atau Twitter dengan hashtag #SpreadTheLove. Jangan lupa tantang temanmu untuk ikutan hal yang sama dengan mention nama mereka. Biarkan gerakan kecil yang positif ini terus bergulir seperti bola salju dan makin besar. Satu gerakan kecil, bantu jutaan anak Indonesia. #SpreadTheLove let’s make this world better @kita semua!

Hero Wijayadi
Founder HeroSoftMedia – Digital Marketing Agency, Semarang
www.herosoftmedia.co.id

KOMENTAR ANDA

Share.

Leave A Reply