Smart City di Mata Warga Semarang

0

Seperti apa kota yang Anda impikan? Jika pertanyaan tersebut dilontarkan tentu akan muncul banyak jawaban. Para ahli kemudian mencoba menawarkan sebuah konsep kota yang bisa diterapkan di berbagai kota di dunia. Tentu dengan menyesuaikan kondisi setempat, karena itu konsepnya pun tidak baku. Konsep itu adalah smart city atau kota pintar.

Konsep kota pintar dinilai sebagai salah satu solusi untuk mengatasi berbagai permasalahan kota sekarang ini. Terutama dalam hal kemudahan pelayanan dari pemerintah ke warganya, sistem transportasi yang terintegrasi, efisiensi energi, sistem keamanan yang efisien, dan berbagai hal lainnya.

Beberapa lembaga telah melakukan penelitian dan menggunakan beberapa kriteria untuk sebuah kota yang akan menerapkan konsep kota pintar, salah satunya adalah Prince Waterhouse Cooper (PWC). Lembaga konsultan global ini memaparkan lima kriteria agar sebuah kota bisa berpredikat sebagai smart city.

Pertama, kota tersebut harus memiliki sistem transportasi terintegrasi yang melayani multi-moda, mulai dari pejalan kaki, mobil pribadi, hingga kendaraan umum. Kedua, kota juga telah memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan rasa keamanan warga yang tinggal di dalamnya. Ketiga, memiliki sentra inovasi dan pertumbuhan ekonomi yang melibatkan kerjasama dari berbagai pihak seperti sektor pemerintah, swasta, dan akademisi.

Selanjutnya, kota telah mampu memberikan pelayanan e-government, seperti layanan kartu penduduk dan surat izin mengemudi yang bisa dilakukan secara online. Dan yang terakhir adalah kota telah melakukan manajemen lingkungan yang efektif, termasuk penanganan limbah dan pengelolaan energi.

Dari dalam negeri, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera), Basuki Hadimuljono, juga telah memaparkan kriteria smart city. Menurutnya, ada delapan acuan dalam penerapan smart city. Yaitu smart development planning, smart green open space, smart transportation, smart waste management, smart water management, smart building, dan smart energy.

Memang setiap kota bisa menghadirkan konsep smart city yang berbeda, namun tetap memiliki acuan untuk memberikan kemudahan, keamanan dan kenyamanan warganya. Bagaimana dengan Kota Semarang? Untuk mengetahui pendapat warga Semarang tentang konsep kota pintar, Tabloid Simpang5 mewawancari beberapa nara sumber dari bidang yang berbeda.

Pertama, Mohammad Sani Suprayogi, Dosen dan Praktisi IT (Information Technology) di Semarang. Menurutnya, Smart City adalah kota yang dapat memahami wilayahnya dengan baik, dengan bantuan IT. Terdapat 3 komponen di Smart City, pertama aplikasi Feeder; berfungsi untuk mengumpulkan data-data dari sistem internal (SKPD) dan eskternal (pihak ketiga).

“Kedua aplikasi User; berfungsi mengumpulkan data dari warga sekaligus menjadi sistem pelaporan. Ketiga adalah Control Room; berfungsi untuk memproses data dan menampilkan dalam bentuk informasi bagi pejabat pemerintah,” paparnya.

Pendapat kedua dari Adin Hysteria, Konseptor Festival “Kota Masa Depan”. Menurut pria yang juga aktif dalam berbagai kegiatan kesenian dan kebudayaan ini, smart city berawal dari sebuah ide untuk menghadirkan sebuah sistem yang terintegrasi dengan teknologi. Termasuk di dalamnya kemudahan-kemudahan karena akses teknologi.

“Itu jelas bagus karena semestinya bisa menunjang kinerja, tak hanya pemerintahan tetapi juga sistem kota. Masalahnya adalah birokrasi cukup lamban – karakter di mana-mana begitu kan? Belum lagi persoalan daya dukung dan kapasitas masyarakat menyerap teknologi, termasuk teknologi informasi,” jelasnya.

Komentar ketiga dari Amanda Rosalina Ardine, Marcomm Manager Harris Hotel Sentraland Semarang. Bagi Amanda konsep smart city merupakan langkah yang harus dilakukan oleh semua pemimpin daerah. Karena itu dampaknya akan kemana-mana, pembangunan daerah, kesejahteraan masyarakat, semua saling terkait. Dan kalau itu berhasil akan membuat perubahan yang bagus.

“Mungkin akan butuh waktu dan butuh orang-orang yang kompeten serta punya dedikasi tinggi, supaya jalannya ngga setengah-setengah. Karena namanya juga perubahan, belum tentu semua orang bisa mengikuti atau menerima. Tapi kalau ngga segera dimulai akan banyak tertinggal oleh daerah atau negara lain,” imbuhnya.

Jadi bagaimana menurut Anda, apakah Semarang sudah termasuk kota pintar?

KOMENTAR ANDA

Share.

Leave A Reply