Prospek Cerah Bisnis Properti di 2017

0

Tahun 2017 diprediksi akan menjadi tahun yang cerah bagi bisnis properti di Jawa Tengah. REI (Real Estate Indonesia) Jawa Tengah optimis akan ada pertumbuhan di bisnis properti antara 10-15 persen di tahun ini. Ada berbagai faktor yang menunjang pertumbuhan bisnis properti tersebut, terutama yang terkait dengan kebijakan pemerintah.

“Faktor utama yang mempengaruhi pertumbuhan bisnis properti di tahun 2017 ini di antaranya adalah suku bunga bank yang relatif rendah, uang muka KPR yang cukup terjangkau mulai 20 persen, serta program Tax Amnesty yang juga berpengaruh terhadap pembelian rumah,” papar Juremi, Koordinator Bidang Humas Promosi dan Pameran REI Jawa Tengah.

Pertumbuhan bisnis properti di Jawa Tengah, khususnya di Semarang juga sudah tampak dari tahun-tahun sebelumnya. Tidak hanya pengembang lokal, pengembang nasional juga banyak yang ikut meramaikan bisnis properti di kota ini. Pertumbuhan bisnis properti di Semarang juga tidak hanya pada perumahan tapi juga apartemen.

“Dilihat dari tahun-tahun sebelumnya pertumbuhan properti di Semarang khususnya cukup pesat. Ditandai dengan hadirnya Developer skala Nasional di Semarang. Apartemen-apartemen juga sudah bermunculan. Tahun 2017 ini sebagai ajang penjualannya,” jelas Juremi.

Lalu properti apa yang paling banyak diincar atau paling tinggi pertumbuhannya di 2017 ini? “Rumah MBR atau bersubsidi yang saat ini menjadi program pemerintah dengan suku bunga 5 persen selama masa angsuran,” jawabnya.

Properti Nasional
Peningkatan bisnis properti di tahun 2017 juga diprediksi akan terjadi dalam skala nasional. Pertumbuhan didorong oleh daya beli masyarakat yang lebih baik ketimbang 2016 dan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diproyeksi di atas lima persen.

Seperti dipaparkan oleh Panangian Simanungkalit, Direktur Eksekutif Pusat Studi Properti Indonesia (PSPI) yang dikutip oleh Kompas. “2017 akan meningkat, artinya pasar properti lebih tinggi delapan persen karena ada kemungkinan daya beli masyarakat pulih. Pertumbuhan ekonomi yang meningkat menjadi 5,2 persen ikut berkontribusi,” ucapnya.

Lebih lanjut Panangian memprediksi, tren properti tahun ini masih seperti semester II-2016, yakni ledakan penjualan rumah dengan harga Rp 300 juta sampai Rp 500 juta. “Rumah dan apartemen dengan harga Rp 300 juta hingga Rp 500 juta akan booming semester I-2017 dan Rp 500 juta hingga Rp 1 miliar pada semester akhir 2017,” imbuhnya.

KOMENTAR ANDA

Share.

Leave A Reply