Profit Cantik

0

Menjelang akhir tahun, apa rencana untuk tahun depan? Semoga sudah disiapkan dari sekarang. Akhir tahun, banyak yang berusaha membuat sesuatu yang baru. Rumah direnovasi untuk suasana yang baru, membeli baju baru untuk dipakai di tahun baru, mengubah penampilan agar lebih cantik lagi.

Bicara cantik, tentu semua yakin bahwa ada peluang yang sangat besar di bidang kecantikan. Ini tidak lepas dari naluri alamiah wanita yang pada umumnya selalu ingin tampil cantik. Bahkan ada kata-kata, “Wanita tidak takut mati, tapi takut tua.” Tampil tua ternyata lebih menakutkan daripada mati. Nah, bagaimana bila ada obat ajaib yang bisa mencegah penuaan?

Beberapa saat yang lalu saya melihat ada wanita yang walaupun sudah berumur, namun tampak sangat muda. Sudah punya anak, dikira pacar anaknya, karena tampak lebih muda. Punya cucu, dikira kakak perempuannya. Apalagi gayanya masih sangat mirip dengan gadis muda. Saat fotonya ditunjukkan pada banyak teman-teman wanita, banyak yang kagum, dan bisa jadi sebenarnya ingin bisa seperti itu.

Ada banyak peluang yang bisa dimanfaatkan untuk membantu para wanita tampil lebih cantik, dan profitnya juga cantik. Bisnis cantik adalah bisnis yang sifatnya lebih memenuhi “keinginan” (wants), bukan “kebutuhan” (needs). Ada perbedaan besar antara “kemauan” dan “kebutuhan”. Bila berdasarkan pada kebutuhan, fokus utama ada pada memenuhi kebutuhan, dan biasanya tidak rumit. Misalnya, kalau perlu bisa membawa barang saat bepergian, yang diperlukan mungkin hanya kantong plastik biasa. Tapi karena ada unsur keinginan di sana, maka yang diinginkan tentu lebih dari kantong plastik, melainkan tas. Tas ini bahkan bisa berharga fantastis, padahal yang dibutuhkan sekali lagi adalah untuk bisa membawa berbagai barang. Bila membutuhkan ponsel, cukup ponsel sederhana dengan fungsi standar maka kebutuhan ini sudah terpenuhi. Tapi karena bicara mengenai keinginan, keinginan manusia bisa tidak ada batasnya, dan ini pun menjelma menjadi ponsel pintar berharga fantastis.

Sehat adalah sebuah kebutuhan dasar manusia, dan solusinya sekali lagi sederhana dan tidak mahal. Rajin menjaga kesehatan bukan hal yang sulit. Ada dokter yang memberi pendapat, penyakit datang karena 4 pola: pola makan, pola pikir, pola tidur dan keakehan polah… Tidak perlu sesuatu yang mahal untuk menjaga kesehatan. Ada pepatah Tiongkok kuno: penyakit datangnya dari mulut. Sekali lagi hanya dengan memilih makanan yang dikonsumsi, pilih yang sehat, maka ini sudah menjawab sebagian besar persoalan di bidang kesehatan.

Sehat merupakan bahan paling mendasar untuk mencapai cantik. Bila sakit, tentu mustahil tampil cantik, dan prioritasnya tentu ada pada mengembalikan kesehatan, setelah itu baru bicara kecantikan. Menjaga kesehatan tidak mahal, namun mengembalikan kesehatan memang bisa mahal. Jadi sehat ada kebutuhan, sementara cantik ada keinginan. Biarpun tidak cantik, namun sehat, kan sebenarnya juga sudah bagus? Apalagi katanya untuk cantik, yang penting adalah hati yang berbahagia dan tubuh yang sehat, ini sudah menjawab sebagian besar pertanyaan mengenai cara menjadi cantik.

Namun bicara tentang keinginan, tentu saja batasnya bisa menembus langit. Cantik biasanya adalah tolok ukur relatif, ada pembandingnya. Tentu saja harapannya adalah lebih dibandingkan lingkungan pergaulannya, lebih menonjol, maka jadilah cantik.

Keinginan untuk terus menonjol ini yang memicu usaha-usaha yang terkadang makin berlebihan untuk tampil lebih cantik. Wanita bisa ingin menggunakan kosmetik yang lebih baik dibanding dengan yang digunakan oleh teman-temannya, dan kosmetik yang lebih baik ini dengan mudah bisa diterjemahkan menjadi kosmetik yang lebih mahal, karena baik dan mahal batasnya sangat tipis.

Yang mahal tentu saja mengklaim dengan segala kelebihan, bukan mahal semata namun karena memang sangat berbeda sehingga lebih mahal, dan tiba-tiba ini menjadi pembenar untuk membeli kosmetik mahal tersebut. Apalagi bila memang benar, kosmetik tersebut lebih canggih dan hasilnya lebih baik, membuat dia tampil lebih cantik.

Bagi yang tidak menggunakan kosmetik mahal, bisa jadi juga punya alasan, misalnya cukup dengan kosmetik yang ada, ditambah dengan berbagai improvisasi lain, seperti menjaga suasana hati yang baik dan menjaga kesehatan, maka bisa cantik juga, karena cantik bukan tergantung pada kosmetik.

Pakaian juga menjelma menjadi mode fashion yang sangat penting untuk selalu diperhatikan oleh para wanita. Banyak wanita yang tidak mau mengenakan pakaian pesta yang sama lebih dari sekali. Setidaknya, mereka tidak mengenakan pakaian pesta yang sama lebih dari sekali di kalangan yang sama, karena mereka tidak suka teman-temannya mengkomentari bahwa mereka pernah melihatnya mengenakan pakaian tersebut di pesta sebelumnya.

Wanita juga ingin tampil unik dan beda dengan yang lain. Bila pria biasanya bertanya mengenai dress code yang harus dikenakan supaya bisa tampil mirip dengan yang lain, maka wanita justru ingin tampil beda dari yang lain. Kalau ada yang kembar, biasanya merasa malu. Jadi bagaimana supaya pakaian tersebut tidak dikembari orang lain? Tentu saja pesan khusus dari desainer, kalau perlu yang harganya lebih mahal, sehingga memperkecil kemungkinan dikembari. Sekali lagi, ini adalah keinginan.

Bayangkan bila pakaian pesta ini hanya boleh dipakai sekali saja, maka bisnis pakaian pesta pun luar biasa. Bagi yang mampu menangkap peluang, mungkin bisa membaca peluang bisnis sewa pakaian pesta. Bisnis ini sudah banyak, dan masih terbuka untuk dilakukan diferensiasi, misalnya dengan hanya menyediakan pakaian pesta kelas desainer, atau pakaian yang benar-benar pernah dipakai hanya oleh kalangan tertentu yang sesuai dengan pangsa pasarnya.

Seorang wanita mungkin tidak mengenakan pakaian pesta yang sama lebih dari sekali, namun pakaian tersebut boleh dikenakan oleh wanita lain, lagi dan lagi. Pakaian pesta yang sudah pernah dikenakan bisa dijual, walaupun beberapa wanita mungkin enggan, karena sekali lagi dia tidak ingin ada komentar bahwa pakaian yang pernah dipakainya sekarang dipakai oleh seseorang yang dia kenal.

Dengan teknologi Internet saat ini, bisa saja dibuatkan situs Internet yang berfungsi sebagai platform untuk mempertemukan pemilik pakaian dengan yang membutuhkan (atau menginginkan) pakaian dengan anggaran tertentu. Pemilik bisnis tidak ikut memiliki atau mengenakan pakaian tersebut, namun bisa mendapat profit dari aktivitasnya sebagai mediator.

Perawatan wajah juga sangat menjamur belakangan ini, dengan berbagai macam teknologi, mulai dari yang dilakukan oleh dokter sampai pihak-pihak yang belajarnya terburu-buru langsung mengambil sertifikasi hanya untuk bidang tersebut saja. Ada yang mengandalkan keahlian, ada yang mengandalkan produk. Harganya beraneka ragam, sehingga pasar akan menyesuaikan. Bisnis ini sangat menjanjikan, karena sifatnya kebanyakan lebih ke arah keinginan, dan yang berbasis keinginan biasanya harganya lebih mahal dan profitnya lebih banyak.

Bila hanya berdasarkan kebutuhan, karena memang ada masalah di wajah, tentu pengobatannya jelas dengan biaya yang sudah sangat jelas, bila tidak memberikan hasil dalam kurun waktu tertentu tentu saja pelanggan akan mencari solusi yang lain. Setelah masalah selesai, bisa dilanjutkan dengan program tampil cantik untuk memenuhi keinginan pelanggan yang mudah-mudahan tidak ada batasnya, sehingga bagus untuk bisnis.

Perhiasan pun demikian adanya. Sudah bahan dasarnya memang mahal, berbagai logam mulia dan batu mulia, harganya bisa berapa pun. Yang berdasarkan kebutuhan, harus mengenakan perhiasan, tentu biasanya perhiasan tersebut secukupnya saja, dan harganya sudah bisa dihitung dengan jelas. Namun sekali lagi keinginan tampil cantik benar-benar tidak memiliki batas, sehingga perhiasan yang jadi luar biasa mahal, dengan batu yang tiada duanya, kadar kemuliaan logam yang sangat tinggi, kilau yang bisa menyilaukan, bisa membuat kalangan yang memang mampu tergoda untuk membeli, agar sekali lagi tidak ada yang menyamai, membuatnya selalu tampil unik.

Bisnis yang menjanjikan kecantikan benar-benar memberi peluang profit yang cantik dan berulang terus-menerus.

Evans Winata
Business Coach

KOMENTAR ANDA

Share.

Leave A Reply