Mewujudkan Berdayanya Profesi Desainer Komunikasi Visual

0

Salah satu kafe di Kota Lama Semarang, pagi di hari Sumpah Pemuda itu tampak ramai. Setidaknya ada 44 orang yang hadir pada saat itu. Mereka adalah para Desainer komunikasi visual profesional dari berbagai latar belakang. Seperti praktisi, managing director dari berbagai biro desain, freelancer dan akademisi seperti DKV Udinus, DKV Unika, dan DKV Unnes.

Ya, tepat pada 28 oktober 2015 lalu, Kongres Daerah pertama AIDIA Semarang berhasil dideklarasikan di Tekodeko Koffiehuis. AIDIA atau Asosiasi Profesional Desain Komunikasi Visual Indonesia ini merupakan transformasi dari FDGI (Forum Desain Grafis Indonesia, didirikan pada tahun 2003) yang dideklarasikan pada tanggal 18 Maret 2015 di Bandung oleh perwakilan Desainer komunikasi visual dari 14 kota di Indonesia.

Sehubungan dengan dinamika pergerakan AIDIA sebagai asosiasi profesi dalam usaha mewujudkan berdayanya profesi Desainer komunikasi visual, FDGI Semarang yang berdiri sejak tahun 2010 kemudian bertransformasi menjadi AIDIA Semarang terhitung mulai 28 Oktober 2015.

Tujuan lebih spesifik dari terbentuknya AIDIA Semarang adalah mengembangkan pola pikir dan penciptaan desain yang profesional dalam industri dan pendidikan desain komunikasi visual di Semarang serta berdayanya Desainer komunikasi visual Semarang dalam menghadapi MEA 2015.

“Dalam konggres tersebut diputuskan sebagai Ketua Cabang adalah Godham Eko Saputro, Praktisi dan Dosen DKV Udinus, serta Sekretaris Cabang: Septiaji Pradana, Managing Director Becakmabur Semarang. Mereka akan dibantu tim kabinet untuk menjalankan roda organisasi,” jelas Adi Nugroho, Anggota Dewan Penasehat AIDIA Pusat 2015-2018.

Kini AIDIA telah memulai perjalanannya dengan bergerak cepat, berkolaborasi dengan para pemangku kepentingan yaitu dunia pendidikan, industri, pemerintah dan komunitas. Pada tahun pertama, AIDIA akan lebih fokus pada program-­‐program fundamental terkait dengan pengembangan sumber daya manusia di bidang desain komunikasi visual, penelitian dan pengembangan, serta membangun jejaring nasional dan internasional.

Target strategis yang akan dicapai AIDIA dalam tahun kepengurusan pertama ini di antaranya, mengaktifkan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) AIDIA pada Januari 2016, yang akan bertanggung jawab pada sertifikasi profesi Desainer komunikasi visual. Saat ini AIDIA adalah satu-­‐satunya asosiasi profesi terkait DKV yang telah memiliki LSP.

LSP AIDIA sedang masuk tahapan proses pengesahan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan telah memiliki 30 Asesor Kompetensi (Askom) serta 2 Asesor Lisensi (Asli) tersertifikasi BNSP. Terkait dengan hal tersebut AIDIA juga telah menyiapkan 8 Tempat Uji Kompetensi (TUK) di seluruh Indonesia, satu diantaranya berada di DKV Unika Soegijapranata Semarang

Selain itu, AIDIA juga akan aktif bersuara dan bergabung dengan organisasi desain komunikasi visual internasional seperti International Council of Design (ico-­‐D), Design Management Institute (DMI) dan Design Alliance. Serta membentuk cabang kepengurusan di 12 provinsi di Indonesia.

“Kami juga akan memperjuangkan UU Profesi Desain kepada DPR Republik Indonesia dengan langkah awal bergabungnya AIDIA ke dalam Aliansi Desain Indonesia pada 3 Oktober 2015 lalu bersama Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Himpunan Desain Interior Indonesia (HDII), Aliansi Desainer Produk Industri Indonesia (ADPII), Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) dan Himpunan Desainer Mebel Indonesia (HDMI),” paparnya.

Peran Strategis AIDIA Semarang
Bagi anggota AIDIA Cabang Semarang, asosiasi ini bisa digunakan sebagai sarana berdayanya profesi Desainer komunikasi visual setara dengan profesi lainnya di Indonesia dengan penyelenggaraan sertifikasi profesi. Selain itu, juga sebagai sarana untuk membangun komunikasi dan kolaborasi strategis antar Desainer komunikasi visual di kota Semarang. Serta sebagai sarana untuk menjalin komunikasi dan kolaborasi strategis dengan desainer komunikasi visual regional ASEAN, ASIA maupun global.

“Bagi industri terkait Desain Komunikasi Visual atau industri kreatif, AIDIA berperan untuk meningkatkan standar kompetensi Desainer komunikasi visual sesuai dengan kebutuhan industri global. Menciptakan interaksi dan kolaborasi yang menguntungkan antara praktisi sebagai pelaku desain dan industri terkait dengan regulasi fee desain dan etika pelaksanaan proyek,” urainya.

AIDIA juga bisa berperan sebagai fasilitator dan mitra berdirinya Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) dimana industri dapat memberikan masukan terkait kurikulum pendidikan desain sehingga terjadi link and match dengan kebutuhan industri

“Bagi akademisi dan institusi pendidikan di bidang Desain Komunikasi Visual, peran kami sebagai sarana untuk mengembangkan keilmuan, pola pikir dan penciptaan
desain dalam ranah penyelenggaraan pendidikan DKV, secara spesifik akan terkait dengan keberadaan kurikulum pendidikan desain berbasis Kerangka Kualifikasi Kerja Nasional Indonesia (KKNI). Dan berbabagai peran lainnya,” lanjutnya.

Bagi pemerintah, AIDIA bisa menjadi mitra, khususnya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kota Semarang dalam pengembangan industri kreatif, profesi dan pendidikan terkait Desain Komunikasi Visual.

KOMENTAR ANDA

Share.

Leave A Reply