Meningkatkan Kunjungan Wisatawan ke Semarang

0

Tahun ini, pariwisata merupakan penyumbang devisa negara urutan kedua setelah kelapa sawit, mengalahkan minyak bumi dan gas serta batu bara. Kerja keras pemerintah untuk terus meningkatkan sektor pariwisata mulai membuahkan hasil. Kunjungan wisatawan dari tahun ke tahun mengalami peningkatan yang cukup bagus.

Hal itu diungkapkan Deputi Bidang Pengembangan Kelembagaan Kepariwisataan RI, Ahman Sya dalam Festival Keraton Nusantara (FKN) ke-XI beberapa waktu lalu. Menurutnya, kunjungan wisman ke Indonesia tahun 2016 sudah mencapai 12 juta orang. Dengan catatan, rata-rata perputaran uang untuk satu wisatawan nusantara bisa mencapai Rp 1,2 juta dan wisman USD 1200 per kunjungan. Angka tersebut hingga pertengahan tahun kemarin diakuinya sudah mencapai setengah target Kemenpar.

“Saya yakin, kalau kunjungan wisman bisa tembus hingga 15 juta orang di tahun 2017 maka devisa dari sektor pariwsata bisa mengalahkan devisa dari sektor kelapa sawit. Target kunjungan wisman juga kita naikan hingga 20 juta orang pada 2019 nanti,” kata Ahman Sya seperti dikutip DetikTravel.

Bagaimana dengan Kota Semarang? Ibukota Jawa Tengah yang memiliki berbagai potensi wisata ini juga terus berbenah untuk mendukung pertumbuhan sektor pariwisata. Kerja bersama antara pemerintah dan masyarakat tentu akan mempercepat pertumbuhan sektor ini. Apa saja yang perlu diperbaiki dari Kota Semarang untuk meningkatkan kunjungan wisatawan? Tabloid Simpang5 mewawancarai beberapa nara sumber dari bidang yang berbeda.

Pertama, Cindy Marcella, Public Relations Gets Hotel Semarang. Menurutnya untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kota Semarang harus melakukan pengelolaan dan pembenahan tempat-tempat ikonik di Kota Semarang. “Selain itu, juga perlu diperhatikan kembali fasilitas-fasilitas umum untuk mendukung tempat wisata tersebut. Tentunya juga harus gencar membuat event dan promosi menarik,” jelas Cindy.

Komentar kedua dari Flavia Saraswati, Denok Kota Semarang 2016. Menurutnya penambahan destinasi wisata dan event wisata dapat menjadi faktor untuk menarik wisatawan domestik dan mancanegara berlibur di Kota Semarang. Dengan peningkatan tersebut, Kota Semarang juga dapat meningkatkan lama wisatawan tinggal dan jumlah belanja wisatawan. Hal ini tentu akan membawa dampak ganda bagi industri pariwisata di Kota Semarang.

Sedangkan, Herliansa Chrisnasari Puspita, Denok Semarang 2017 dan Miss Medical Tourism Indonesia 2017 melihat perlunya untuk terus meningkatkan masyarakat sadar wisata. “Yang perlu dibenahi dari Semarang ialah sumber daya manusia yang sadar akan pentingnya pariwisata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” papar cewek yang biasa dipanggil Alsa ini.

Komentar terakhir dari Dimas Suryo, Founder Bersukaria Tour. Dimas berpendapat, Wali Kota Semarang saat ini sudah berusaha sangat baik dibanding pendahulunya dalam memajukan pariwisata di Kota Semarang. Sebagai insan pariwisata Dimas sangat berterima kasih kepada Pemkot (Pemerintah Kota) yang sudah menata kota ini dengan lebih baik. Trotoar diperbaiki, Kota Lama dirapikan, hal ini cukup membuat orang luar Semarang iri dengan Semarang. Promosi juga gencar sekali dilakukan Pemkot.

“Jadi menurut saya tinggal diteruskan saja yang sudah jalan sekarang dan ditingkatkan lagi. Kalau boleh, bantu tour yang fokus mempromosikan tour di Semarang seperti saya untuk berpromosi tentang Semarang di luar kota Semarang seperti di Jakarta, Bali, Jogja, Bandung dan Surabaya. Dan juga untuk berpromosi di negara lain seperti Eropa, Amerika, Australia dan negara-negara ASEAN seperti Malaysia dan Singapore supaya turis yang datang di Semarang lebih banyak lagi,” paparnya.

KOMENTAR ANDA

Share.

Leave A Reply