Menikmati Waduk Jatibarang dari Bukit Cinta

0

Banyak potensi pariwisata yang bisa dihadirkan di Waduk Jatibarang. Potensi utama tentu Goa Kreo yang jauh sebelumnya sudah dikenal sebagai salah satu obyek wisata di Kota Semarang. Posisi Goa Kreo yang berada di tengah waduk dengan dihubungkan dengan jembatan yang megah, menambah daya tarik tersendiri. Dengan pesona tersebut tidak heran jika setiap hari, terutama akhir pekan dan hari libur, Waduk Jatibarang selalu ramai pengunjung.

Sejak mulai proses pengisian air pada 5 Mei 2014 yang bertepatan dengan Hari Air Dunia Ke-22 oleh Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, Waduk Jatibarang menjadi idola baru pariwisata di Kota Semarang. Pengunjung semakin ramai berdatangan setelah Waduk Jatibarang resmi beroperasi pada 11 Mei 2015. Peresmian tersebut dilakukan oleh Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Mudjiadi bertepatan dengan peringatan Hari Air Dunia Ke-23 Tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Seiring berjalannya waktu, banyak sarana dan fasilitas baru dihadirkan untuk terus memikat wisatawan, agar tidak bosan berkunjung. Seperti dihadirkannya perahu, agar pengunjung tidak sekadar menikmati waduk dari pinggir, tapi bisa menyusuri dan merasakan suasana di tengah waduk. Wisata perahu ini pun menjadi daya tarik baru di waduk yang memiliki fungsi utama sebagai pengendali banjir di Kota Semarang.

Tidak hanya itu, setiap setahun sekali di salah satu lahan luas di tepi waduk juga digunakan sebagai tempat Festival Durian yang digelar oleh Pemerintah Kota Semarang. Banyaknya penggemar durian membuat acara yang digelar hanya beberapa hari itu selalu dipenuhi pengunjung, untuk menikmati rasa durian yang berasal dari berbagai daerah di Semarang dan Jawa Tengah.

Bukit Cinta
Yang terbaru dari Waduk Jatibarang adalah tempat selfi yang berada di Bukit Cinta yang berada di Desa Wisata Jamalsari. Untuk menuju ke tempat ini berbeda jalur masuk dengan ke Goa Kreo. Jika ke Goa Kreo masuk lewat gerbang utama Waduk Jatibarang lewat Gunungpati. Jalur ini sudah sangat dikenal dan mudah dicapai dari pusat Kota Semarang.

Untuk ke Bukit Cinta Jamalsari, ada dua jalur yang bisa dilewati. Jika dari pusat kota bisa menuju ke Jalan Untung Suropati dan lurus melewati TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Jatibarang. Tidak berapa lama dari TPA kita akan sampai di Desa Wisata Jamalsari. Jalur satunya, yang dari kawasan Mijen atau Bukit Semarang Baru (BSB) City. Dari sini bisa masuk melalui Jalan Jatibarang kemudian menuju ke arah TPA. Beberapa saat sebelum melewati TPA nanti akan masuk Desa Wisata Jamalsari.

Jika masih bingung lokasi tepatnya, bisa memanfaatkan peta digital seperti Google Maps. Tinggal ketik “Desa Wisata Jamalsari Waduk Jatibarang”, dan ikuti petunjuk arah yang ada. Dari kawasan Simpang Lima menuju tempat ini sekitar 45 menit perjalanan. Kendaraan bisa diparkir di dekat lokasi selfie.

Dari tempat selfie di Bukit Cinta Jamalsari ini kita bisa menikmati bentangan air Waduk Jatibarang. Jika cuaca cerah, akan tampak panorama gunung yang membentang di kejauhan yang menambah indah pemandangan di tempat ini. Perpaduan hamparan air, hijaunya pepohonan, serta birunya gunung dan langit membuat pengunjung tidak sabar untuk segera mengambil foto di tempat ini.

Tempat yang masih terus dikembangkan untuk desa wisata ini memang belum bisa dibandingkan dengan tempat wisata yang telah lengkap fasilitasnya. Namun, jika kita ingin menikmati suasana pedesaan yang masih asri dan ingin melihat Waduk Jatibarang dari sisi berbeda, tempat ini cukup menarik untuk dikunjungi.

KOMENTAR ANDA

Share.

Leave A Reply