Mengenal Salam dan Flashmob Joget Semarangan

0

Ada yang berbeda saat prosesi Pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang beberapa waktu lalu. Selain pesta rakyat, yang hadir saat itu tentu akan melihat flashmob yang diikuti oleh ratusan orang, termasuk Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang yang baru saja dilantik. Bagi yang bertanya-tanya itu adalah flashmob joget Semarang.

Tidak hanya itu, saat Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang keluar dari ruangan, keduanya disambut dengan salam khusus, berupa mengangkat tangan kanan di depan dada kemudian mempertemukan jempol dan jari tengah hingga membentuk lingkaran. Itu adalah salam Semarang.

Dua hal tersebut merupakan bagian dari upaya untuk memperkenalkan kekayaan budaya Semarang. Komunitas Penggiat Wisata Kota Semarang dalam berbagai kesempatan selalu berusaha memperkenalkan salam Semarang dan Joget Semarangan. Termasuk di antaranya saat ikut memeriahkan pelantikan pemimpin Kota Semarang untuk 5 tahun mendatang ini.

“Saat ini kami sedang getol mensosialisasikan salam Semarang dan joget Semarangan. Dan momen pelantikan menjadi saat yang pas untuk menyampaikannya, sehingga nantinya dapat menjadi gerakan yang massive sebagai identitas khas kota kita,” jelas Koordinator Penggiat Wisata Gus Wahid.

Menurut Gus Wahid memang tidak mudah mengajak serta berbagai elemen masyarakat untuk ikut dalam flashmob. Padahal, gerakan joget Semarangan tidak sulit untuk diikuti. Beruntung Wali Kota Hendrar Prihadi dan Wawali Hevearita Gunaryanti Rahayu bersedia ikut serta, sehingga masyarakat yang awalnya masih ragu, akhirnya ikut bergabung. Meski sedikit salah-salah, namun setidaknya masyarakat semakin mengenal salah satu identitas asli kota ini.

“Masih banyak warga yang belum tahu jika kita punya salam khas dan joget khas Semarang. Ini harus digelorakan lagi, sukur-sukur bisa menjadi salam resmi kota ini,” harap Gus Wahid.

Flashmob dalam kesempatan tersebut juga didukung oleh para staf hotel dan tempat wisata di kota ini. Bahkan dengan penuh semangat, mereka sebelumnya telah ikut belajar di Club Merby. Grace W Susanto, budayawan dan juga pengelola Club Merby mengakui, gerakan joget Semarang cukup mudah. Bahkan bisa langsung dipelajari saat pertama kali menyaksikan.

“Gerakannya hanya terdiri dari gerakan dasar bersama ngendek, ngoyek dan ngonthel,” jelasnya. Adapun untuk lagu pengiringnya berjudul Simpang Lima Kota Semarang yang sebenarnya sangat easy listening. Tembang ini bahkan tidak kalah enak dibanding Semarang Kaline Banjir, namun masih kalah populer.

Grace W Susanto sangat berharap Penggiat Wisata dapat terus menggelorakan salam dan joget semarangan ini. Dengan demikian, Semarang akan memiliki identitas khusus yang dapat ikut menggenjot antusias wisatawan untuk berkunjung dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

KOMENTAR ANDA

Share.

Leave A Reply