Mengenal City Branding Kota Semarang

0

Tidak hanya kota besar saja yang berbenah, kota-kota di Indonesia yang bukan ibu kota provinsi pun ikut berbenah, membangun branding kotanya. Mulai dari Jakarta, Surabaya, Bandung, Solo, Malang, Pekalongan dan kota-kota lainnya. Hasilnya pun sudah mulai dapat dilihat, lalu bagaimana dengan kota Semarang?

Mungkin belum banyak yang tahu jika Kota Semarang juga telah memiliki City Branding. Sosialisasi mengenai hal ini memang masih minim dilakukan. Penelusuran Tabloid Simpang5 di portal resmi Pemerintah Kota Semarang (semarangkota.go.id), ternyata tentang City Branding, telah tercantum di Profil Kota Semarang.

Tagline dalam City Branding Kota Semarang, seperti termuat dalam portal resmi tersebut adalah “Variety of Culture”. Penjelasannya, Semarang berbeda dari kota-kota lainnya di Indonesia. Kota Semarang memiliki Keanekaragaman Budaya dan itu merupakan aset utama yang harus ditonjolkan, karena dari sudut pandang wisata hal itu merupakan daya tarik agar mereka berkunjung ke Kota Semarang.

Dampak dari keanekaragaman budaya ini pasti memunculkan banyak jenis ragam variasi dalam banyak hal. Misalnya dilihat dari sudut kesenian, peninggalan bangunan/arsitekturnya, religinya, kulinernya dan event lainnya. Dari budaya juga bisa diketahui bahwa budaya yang ada di Kota Semarang antara lain budaya Jawa, Pesisir, Arab dan China.

“Variety of Culture” bermakna bahwa kota ini mempercantik diri dan berkembang dengan tetap mempertahankan budayanya yang heterogen. Pesan yang disampaikan bahwa sentuhan harmonisasi berbagai budaya Jawa bersama budaya China, Arab, dan Belanda masih Anda Rasakan di Kota Semarang tercinta.

Makna Logo
Warak Ngendog, binatang mitologis ini digambarkan sebagai simbol pemersatu tiga etnis mayoritas yang ada di Semarang. Bagian tubuh icon terdiri dari Naga (Cina), Buroq (arab) dan Kambing (Jawa). Hewan ini biasanya dijadikan maskot dalam festival dugderan yang dilaksanakan beberapa hari sebelum bulan puasa.

Terlepas dari siapa pembuat pertama, Warak Ngendog memiliki makna filosofi yang selalu relevan sebagai pedoman hidup manusia pada zaman apapun.Wujud makhluk rekaan yang merupakan gabungan tiga simbol etnis mencerminkan persatuan atau akulturasi budaya di Semarang.

Konon ciri khas bentuk yang lurus dari Warak Ngendog menggambarkan citra warga Semarang yang terbuka, lurus, dan berbicara apa adanya, sehingga tak ada perbedaan antara ungkapan hati dengan ungkapan lisan.

Pemilihan Warna
Warna yang digunakan dalam City Branding ini adalah warna merah, jingga, hijau, dan biru. Warna-warna tersebut melambangkan keragaman budaya di Kota Semarang. Merah: Melambangkan kebudayaan Cina. Hijau: Melambangkan budaya Arab. Jingga: Melambangkan budaya Jawa. Sedangkan, Biru: Melambangkan budaya Pesisir.

KOMENTAR ANDA

Share.

Leave A Reply