Mendidik Anak untuk Sayang Binatang

0

Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional yang jatuh pada 5 November lalu,  menggerakkan mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Diponegoro untuk bekerjasama dengan Kebun Binatang Semarang. Mereka menggelar acara bertajuk ROAR Project, berupa serangkaian kegiatan PR Campaign yang menyasar anak-anak TK Tunas Bangsa 3 Tembalang dan berlangsung selama satu bulan.

ROAR Project yang dibuka dengan kunjungan TK Tunas Bangsa 3 di Kebun Binatang Semarang, Sabtu (15/11) ini mengusung tagline “Anak Pintar Sayang Binatang”. Dalam kunjungan tersebut, anak – anak TK Tunas Bangsa 3 mengikuti tur mengelilingi Kebun Binatang Semarang bersama guru dan panitia, serta dibimbing langsung oleh guide dari Kebun Binatang Semarang. Selain mendapatkan informasi seputar satwa yang mereka lihat anak-anak pun berkesempatan untuk langsung memberi makan sejumlah satwa.

Selain itu, mereka juga diperbolehkan berinteraksi dengan satwa tertentu. Untuk menguji daya ingat peserta, tur juga diselingi dengan kuis. Sebagai penutup, kegiatan dilanjutkan dengan puzzle games yang mengasah otak anak – anak dengan memasangkan satwa tertentu dengan makanannya. Selama acara, anak – anak tampak antusias, karena selain kegiatan yang menarik, mereka disuguhi banyak hadiah dan souvenir.

Selo Pangestu Imawan selaku Project Leader dalam kegiatan ini menyatakan bahwa, kunjungan ke Kebun Binatang Semarang merupakan opening event dari ROAR Project. “Kunjungan ini merupakan awal dari project kami dan setelah ini selama satu bulan, akan ada kegiatan – kegiatan lain yang bertempat di TK Tunas Bangsa 3, yang sejalan dengan tujuan utama project ini, yaitu meningkatkan kecintaan terhadap satwa sejak dini,” ungkap mahasiswa angkatan 2011 tersebut.

Menurut Selo, adapun sejumlah kegiatan yang akan diadakan selanjutnya berfokus pada peningkatan kognisi anak – anak dengan tetap mengedepankan unsur hiburan yang menarik, misalnya dengan kegiatan pemutaran film kartun bertema perburuan liar. Lebih jauh lagi, ia pun berharap bahwa kecintaan terhadap satwa yang sudah tertanam akan terus dibawa hingga dewasa dan dapat bekontribusi positif dalam menekan perburuan hewan yang masih marak di Indonesia.

KOMENTAR ANDA

Share.

Leave A Reply