Komunitas Sinau Bareng, Saling Berbagi dan Memberi Solusi

0

Pagi itu, waktu masih menunjukkan pukul 06.19 WIB, suasana masih terasa segar. Di salah satu Grup Facebook: Sinau Bareng, salah satu anggota yang bernama Dhiyah Handayani, berbagi pengalaman bisnis yang telah dijalaninya. Bermula dari menjalani rutinitas harian sebagai ibu rumah tangga, hingga sukses merintis bisnis.

“Saya tadinya adalah murni ibu rumah tangga, yang cuma nganter jemput anak sekolah dan menerima uang bulanan dari suami. Sepuluh tahun yang lalu, karena setiap hari menunggui anak laki-laki saya di sekolah, saya melihat ada peluang untuk membuat nasi bungkus untuk dititipkan di sekolah anak saya. Dari situlah saya mulai mencoba berdagang,” urainya.

Dari awalnya nasi 15 bungkus sampai akhirnya sehari Dhiyah Handayani bisa menitipkan nasi 100 sampai 130 bungkus. Semua itu dikerjakan sendiri setiap malam. Dari situ dia mulai ketagihan berjualan. Mulai open order bikin es coctail, sampai bikin nasi kotak. Dia jalani kegiatan tersebut sampai 3 tahun yang lalu.

“Kurang lebih 3 tahun yang lalu suami keluar dari zona nyaman, zona menerima gaji bulanan dari perusahaan. Dengan banyak pertimbangan akhirnya kami mulai usaha breding jangkrik. Kami mulai keluar masuk kios pakan burung di Semarang untuk menawarkan jangkrik,” ungkapnya

Dua tahun yang lalu mereka mulai mencoba buka kios pakan burung di daerah Madukoro Semarang. Waktu itu pertimbangannya kalau jangkrik yang ditawarkan keliling tidak habis, masih ada kios yang bisa menampung, jadi tidak kebuang. “Demikian sedikit cerita dari saya. Semangat pagi,” tutupnya.

Cerita di atas merupakan sedikit gambaran dari aktivitas berbagi di Grup Sinau Bareng. Sesama anggota, bisa berbagi pengalaman dan pengetahuan yang dimilikinya. Tidak hanya di Facebook, Grup Sinau Bareng juga aktif di WhatsApp. Teknologi memang memudahkan kita untuk berbagi di mana saja dan kapan saja dari smartphone masing-masing.

“Komunitas Sinau Bareng, ada sejak Januari 2016 melalui Facebook Group dan WhatsApp Group, karena keinginan beberapa orang untuk belajar bersama tentang Marketing, Bisnis dan Pengembangan Diri,” jelas Christ Widya Utomo, salah satu pendiri Komunitas Sinau Bareng ini.

Agar grup tetap berjalan sesuai tujuan dan memudahkan anggota untuk berbagi maupun menyerap pengetahuan, kemudian dibuat tema sharing yang berbeda-beda setiap harinya. Hari Senin tema yang dibahas adalah tentang Marketing, hari Selasa tema Investasi, Rabu tentang Motivasi dan Leadership, Kamis membahas Buku dan Teknik Menulis, Jumat berbagi tentang Tools (bisa technology atau aplikasi), Sabtu tentang Loby-loby dan Jaringan, serta Minggu mengangkat tema Peluang dan Tantangan.

Kegiatan Komunitas Sinau Bareng tentu tidak hanya diskusi dan sharing di Group dengan tema tertentu, juga ada Kopdar dan juga Workshop. “Kegiatan terdekat kami adalah Workshop dengan tema, Mind Your Business, bagaimana melangkah masuk ke dalam dunia usaha yang penuh peluang. Digelar pada 2 April 2016 di Gedung Telkom Jalan Pahlawan Semarang,” paparnya.

Saat ini anggota Grup Sinau Bareng sekitar 300 orang dan terus bertambah seiring waktu. Mereka yang bergabung dari berbagai profesi: Pengusaha kuliner, Software Kantor, pengusaha kaos, handycraft, ada juga Profesional Marketer, Coach NLP, Penulis, dan lainnya. Untuk bergabung, jika sudah punya akun facebook tinggal cari Grup Sinau Bareng dan klik gabung.

Tentu banyak manfaat yang bisa kita dapatkan jika bergabung dalam sebuah komunitas berbagi. “Manfaatnya bisa untuk meningkatkan penjualan masing-masing dengan berbagi kesulitan-kesulitan marketing, sales atau business. Karena itu saya berharap semakin banyak yang bergabung untuk berbagi ilmu, saling sharing dan memberikan solusi pada teman-temannya,” imbuh penggiat komunitas yang juga merupakan karyawan Telkom Indonesia ini.

KOMENTAR ANDA

Share.

Leave A Reply