Kolkas, Wadah Sumberdaya Grafis Semarang

0

Besarnya kepedulian masyarakat terhadap Kota Semarang merupakan langkah bagus untuk kemajuan kota ini. Masyarakat dari berbagai bidang memberikan yang terbaik sesuai dengan bidang masing-masing. Pertengahan Juni 2015, lahirlah Kolkas sebagai wadah sumberdaya grafis untuk berperan serta dalam kemajuan Kota Semarang.

Tepatnya pada 13-14 Juni 2015, Kolkas mengadakan pameran karya dan perkenalan website kolkas.net, bertempat di Widya Mitra, Jalan MT. Haryono No. 360, Semarang. Kolkas merupakan sebuah platform repository grafis yang dibangun dari kontribusi karya desainer grafis dan seniman lokal sebagai sumberdaya lunak Kota Semarang. Karya-karya yang ada di Kolkas akan dapat diakses dan dimanfaatkan oleh warga kota secara gratis.

“Kolkas bertujuan untuk menyalurkan aspirasi dan kontribusi desainer grafis dan seniman muda yang ingin turut membangun kota melalui bidang yang mereka geluti. Menyalurkan inisiatif untuk berbagi dan menciptakan atmosfer yang lebih produktif bagi kota,” jelas Muhammad Fatchurofi, salah satu desainer grafis penggerak Kolkas.

Model ini juga merupakan sebuah eksperimen stimulasi ekonomi dengan menyediakan “modal kekayaan intelektual” bagi siapapun yang tergerak untuk mewujudkan karya-karya tersebut menjadi suatu produk yang berbasis citra kota.

Misi Kolkas, lanjut Fatchurofi, adalah menyediakan wadah sumberdaya bagi kota dalam bentuk grafis yang mudah diakses dan direproduksi secara luas oleh warga kota. Menyediakan file grafis dalam bentuk aslinya dan memberikan keleluasaan hak guna bagi warga namun tetap melindungi hak penciptanya dengan menerapkan lisensi CC BY 4.0.

“Launching Kolkas berlangsung pada Sabtu, 13 Juni 2015, dimeriahkan oleh penampilan musik akustik dari grup Antaralain. Selain itu, juga digelar diskusi bersama The Popo yang merupakan seniman, pengajar dan salah satu street artist paling populer di Indonesia yang karya – karyanya mengandung kritik sosial,” tambahnya.

Tidak hanya itu, di hari selanjutnya juga kembali digelar diskusi bersama Creative Common Indonesia dan screening film oleh komunitas Hysteria. Di akhir acara dilakukan lelang karya dari para desainer grafis atau seniman yang sudah diaplikasikan dalam bentuk kaos, tote bag¸ mug, stiker, post card, notebook dan poster. Hasil lelang karya akan digunakan untuk memenuhi segala kebutuhan website di kemudian harinya.

KOMENTAR ANDA

Share.

Leave A Reply