Growth Hacking (2)

0

Kali ini saya ingin melanjutkan pembahasan dari artikel di edisi sebelumnya mengenai teknik-teknik Growth Hacking sederhana. Karena ini dapat membantu mendongkrak penjualan khususnya bagi usaha kecil atau startup yang baru (atau sudah) memanfaatkan berbagai teknologi Internet.

Jika anda belum pernah mendengar istilah Growth Hacking, jangan kuatir atau punya pandangan negatif dulu. Sebab Growth Hacking tidak ada hubungannya dengan aktivitas hacker yang identik dengan masalah keamanan jaringan komputer. Growth Hacking adalah kumpulan teknik untuk mendongkrak pertumbuhan suatu bisnis atau startup dengan biaya yang minimal namun memberi dampak yang maksimal. Sebagai contoh, terkadang kita melihat sebuah penawaran handphone yang dibandrol seharga 999 ribu rupiah. Secara psikologis harga ini terasa “jauh” lebih murah daripada bandrol 1 juta rupiah. Padahal selisihnya hanya seribu perak. Iklan promosinya bahkan mengatakan “harga 900 ribuan saja!”. Sebenarnya ini juga sudah bisa disebut teknik Growth Hacking, meskipun tidak ada hubungannya dengan hal teknologi.

Anda dapat membaca tulisan saya di Tabloid Simpang5 edisi sebelumnya untuk beberapa teknik Growth Hacking yang sudah saya paparkan. Dan berikut adalah beberapa teknik-teknik lain yang juga sangat efektif namun sederhana.

Teknik Skyscrapper
Istilah teknik ini diperkenalkan oleh seseorang bernama Brian Dean, founder dari Backlinko. Tujuan dari teknik ini adalah untuk membuat suatu konten artikel yang menarik dan akan banyak mendatangkan pengunjung ke website/blog kita. Sebenarnya inti dari teknik ini simpel saja. Kita mencari berbagai artikel populer yang relevan dengan audiens kita, dan mencoba membahas atau mengomentari artikel tersebut secara menarik. Maksudnya adalah kita dapat memanfaatkan kepopuleran topik yang sudah ada, daripada mencari suatu topik baru yang belum jelas pengunjungnya.

Teknik Bom Waktu
Ini juga adalah suatu teknik sederhana yang mungkin sering kita jumpai tanpa disadari. Terkadang kita mendapat penawaran yang terkesan bombastis namun dalam waktu yang sangat terbatas, biasanya harus hari itu juga atau bahkan dalam hitungan jam/menit. Bisa jadi bom waktu (countdown timer) yang ada di website tersebut hanyalah timer relatif. Belum tentu program diskon akan berakhir setelah waktu yang dijanjikan. Namun cara ini seringkali sudah cukup untuk membuat orang “terburu-buru” untuk membeli demi mengklaim penawaran tersebut.

Untuk menggunakan teknik ini kita dapat meletakkan suatu kode/skrip countdown (menghitung mundur) di dalam website kita. Sehingga secara otomatis setiap pengunjung yang masuk akan mendapat penawaran dengan countdown yang sama.

Piramida Retweet
Dengan menggunakan teknik ini, kita dapat memacu viralitas (penyebaran) informasi dengan lebih cepat dan luas. Ketika kita memiliki suatu program promosi atau produk baru, kita bisa memberikan insentif/bonus tertentu kepada pelanggan jika suatu goal tercapai dalam waktu yang sudah ditentukan.

Misalnya jika anda mempromosikan suatu produk, anda bisa membuat program diskon 10% jika total terkumpul 1000 retweet dalam kurun waktu 1 minggu. Bisa juga dibuat berjenjang, dengan diskon tambahan 10% lagi jika terkumpul total 2000 retweet. Dengan adanya teknik piramida retweet semacam ini, diharapkan pembaca akan berusaha untuk mengumpulkan teman-temannya untuk melakukan retweet juga, sehingga tercipta efek piramida dengan sendirinya. Hal ini akhirnya menjadi promosi gratis untuk anda.

Hadiah Bersyarat
Maksud dari teknik ini adalah untuk mendapatkan database pengunjung (atau fans/follower) sebagai ganti kupon diskon yang diberikan. Sebagai contoh kita dapat menawarkan diskon pembelian langsung yang akan dikirimkan ke email pengunjung. Dengan cara ini kita sekaligus dapat melakukan verifikasi bahwa email yang diberikan memang valid. Sehingga di kemudian hari kita dapat terus berkomunikasi dengan pengunjung tersebut, atau memberikan penawaran produk lainnya. Tergantung dari jenis usaha anda, kupon diskon dapat digantikan misalnya dengan ebook, pengiriman gratis, gimmick, dan sebagainya.

Para pengembang game seringkali juga memanfaatkan teknik yang sama. Mereka memberikan hadiah-hadiah fitur dari gamenya sebagai ganti para penggunanya untuk mempromosikan game tersebut. Biasanya pengguna cukup menekan 1 tombol untuk menyetujui dan secara otomatis memposting tentang game tersebut di Facebook / Twitter. Maka hadiah yang dijanjikan akan masuk ke akun mereka (senjata, karakter baru, tambahan waktu bermain, dsb).

Video YouTube
Tahukah anda bahwa mesin pencarian di YouTube adalah yang terbesar ke-2 setelah Google? Jumlah pencarian di YouTube bahkan jauh lebih banyak dibanding Bing/Yahoo. Jadi potensi pengunjung akan sangat besar jika anda dapat memanfaatkan YouTube dengan baik. Sekarang dengan kualitas kamera smartphone yang makin canggih, merekam dan mengedit video bukanlah hal yang sulit. Banyak smartphone dengan budget terbatas pun sudah mendukung kualitas setara HD (High Definition) atau bahkan 4K. Koneksi Internet yang makin yahud juga membuat proses uploading menjadi cepat.

Yang perlu anda lakukan adalah membuat video pendukung untuk usaha anda. Misalnya usaha anda adalah pet shop. Maka anda dapat membuat video singkat cara merawat bulu kucing. Lalu mengupload video tersebut ke YouTube. Durasi video sebaiknya tidak lebih dari 5 menit. Video yang terlalu lama biasanya akan membosankan. Pada akhir video dan juga deskripsinya, arahkan pemirsa untuk mengunjungi website anda atau membeli produk yang sudah dijelaskan.

Demikian beberapa teknik Growth Hacking sederhana yang semoga dapat membantu. Memang teknik-teknik Growth Hacking sangat banyak dan terus berkembang. Beberapa membutuhkan skill/kemampuan teknis tertentu. Namun yang terpenting adalah memahami teknik mana yang akan sesuai dan dapat mendongkrak bisnis anda dengan cepat dan efektif. Untuk itu anda perlu rajin menambah ilmu, atau mendapatkan bantuan seorang mentor/coach yang berpengalaman.

Semoga sharing saya ini berguna dan sukses untuk usaha anda!

Hero Wijayadi
Founder HeroSoftMedia – Digital Marketing Agency, Semarang
www.herosoftmedia.co.id

KOMENTAR ANDA

Share.

Leave A Reply