Farisa Hadapi Tantangan dengan Komunikasi dan Empati

0

Berawal dari hobi jalan-jalan mengunjungi event, Farisa Dian Utami kini dipercaya untuk menjadi Program Manager Impala Space. Awalnya penyuka es krim ini sekadar datang dan menikmati acara. Namun lama-lama muncul ketertarikan untuk membuat acara kecil-kecilan sendiri. Dari acara kecil-kecilan itu ternyata membuat lulusan Ilmu Komunikasi Undip ini merasa ketagihan dengan tantangannya. Ingin lebih mengenal gadis kelahiran Semarang ini? Berikut kutipan wawancara Tabloid Simpang5.

Tema Tabloid Simpang5 bulan ini tentang Hobi, bisa ceritakan bagaimana hubungan hobi dan profesi yang kamu jalankan sekarang ini?
Salah satu hobi Saya adalah jalan-jalan mengunjungi event. Dari sekadar datang ke event seminar, talkshow, workshop, pertunjukan kesenian, pameran, bazaar maupun musik, baik skala kecil maupun besar dapat menambah pengetahuan, pengalaman dan pertemuan dengan orang-orang baru. Bermula hanya sekadar datang dan menikmati event, lama-lama muncul ketertarikan untuk mempelajari bidang ini. Setelah belajar dan mempraktekan dengan cara membuat event kecil-kecilan ternyata saya merasa ketagihan dengan tantangannya. Dan inilah yang membuat saya sampai sekarang menyukai bidang ini dan kini menjadi pilihan saya dalam berkarir.

Bagaimana perjalanan karir kamu hingga sekarang bekerja sebagai Program Manager Impala Space?
Perjalanan karir saya dimulai saat kuliah. Sebelum banyak belajar tentang event management, Saya bergabung dengan wedding organizer. Di situ saya mempelajari dasar-dasarnya dulu, seperti bekerja dengan tim, kedisiplinan, koordinasi dan management people. Selain itu, di masa kuliah, saya tergabung dengan komunitas Rembug Socmed. Bersama teman-teman Rembug Socmed, saya belajar untuk membuat forum diskusi yang membahas isu-isu terupdate yang ada di Kota Semarang setiap bulannya. Saya juga sempat merantau ke Jakarta untuk magang selama 6 bulan di PT Kibar Kreasi Indonesia. Di perusahaan tersebut saya mengerjakan event-event milik Google. Setelah dirasa cukup, Saya pulang ke Semarang dan mulai berani untuk mencoba mengonsep event dan menjalankannya bersama teman-teman komunitas. Salah satunya IKISMG, adalah sebuah event kumpul komunitas terbesar di Kota Semarang.

Apakah pendidikan yang telah kamu tempuh, cukup membantu profesi saat ini?
Kuliah di jurusan ilmu komunikasi sangat membantu saya ketika saya memutuskan untuk menekuni karir saya. Di jurusan ilmu komunikasi, saya belajar tentang komunikasi interpersonal, komunikasi kelompok dan komunikasi organisasi yang membantu saya memahami bagaimana mengelola pola komunikasi ketika menghadapi berbagai macam situasi. Kemudian ada mata kuliah event management juga, yang membantu saya untuk dapat mengkonsep dan meng-arrange acara dengan lebih terstruktur dan sistematis, Ditambah mata kuliah komunikasi yang lain seperti management crisis, penulisan Public Relations, Marketing Communication dan Kampanye Public Relations yang membuat saya tidak hanya bisa membuat suatu event, tetapi juga bagaimana mengelola suatu event jika terjadi suatu malasah dan mendapatkan komplain. Saya juga lebih mengerti cara promosi dan pemasaran suatu event dan semakin lengkap dengan kemampuan menulis press release dan membuat media kit untuk keperluan media relations.

Apa saja sih tugas utama sebagai seorang Program Manager?
Tugas seorang Program Manager adalah mengonsep dan mengelola suatu event agar dapat berlangsung secara terus-menerus sesuai dengan jangka waktu yang ditentukan. Membuat program berbeda dengan event. Kalau event biasanya hanya satu waktu, sekali buat, ramai, sudah selesai. Tapi kalau program itu seperti event yang berkelanjutan, bisa setiap bulan diadakan dengan tema yang berbeda dengan tujuan yang lebih kompleks meliputi awareness, knowledge dan action. Seperti film yang berseri.

Setiap profesi tentu memiliki tantangan, sebagai Program Manager apa saja tantangan yang dihadapi dan bagaimana solusinya?
Tantangan yang sering dihadapi ketika menjadi Program Manager adalah mengelola team work. Team work penting sekali dalam menjalankan suatu program. Menjaga pola komunikasi, kekompakan, bagaimana membagi job description yang sesuai dengan skill anggota kita, itu yang menjadi concern saya ketika menjadi Program Manager. Solusi untuk tantangan ini tentunya dengan komunikasi dan empati.

Apa target yang ingin kamu raih dalam jangka pendek ataupun dalam jangka panjang?
Target jangka panjang saya adalah memiliki konsultan komunikasi sendiri, yang dapat membantu brand-brand lokal dan nasional untuk mempromosikan dan memasarkan produk mereka tidak hanya melalui advertising, tetapi diintegrasikan dengan program-program yang dapat berguna bagi orang banyak.

Apa harapan kamu untuk Kota Semarang ke depannya?
Harapan Saya, semoga industri kreatif di Kota Semarang dapat terus berkembang ke arah yang lebih baik, tentunya dengan support anak muda yang terus aktif berkarya dan terus meningkatkan kreativitasnya.

KOMENTAR ANDA

Share.

Leave A Reply