Emansipasi Wanita Semarang

0

Sejarah panjang emansipasi wanita telah lama tercatat diperjuangkan oleh para tokoh feminisme. Gerakan ini menuntut kesamaan dan keadilan hak antara pria dengan wanita. Istilah Feminisme sendiri sudah muncul pada tahun 1890-an, berasal dari bahasa Latin yang berarti perempuan. Sekarang ini kepustakaan internasional mendefinisikannya Feminisme sebagai pembedaan terhadap hak-hak perempuan yang didasarkan pada kesetaraan perempuan dan laki-laki.

Di Indonesia, sejarah mencatat, RA Kartini yang lahir pada 21 April 1879, menjadi pelopor kebangkitan perempuan pribumi. Ide-idenya yang tertuang dalam surat, kemudian dibukukan oleh J.H. Abendanon dan menjadi inspirasi bagi bangsa ini. Karena pemikirannya tersebut, Presiden Soekarno pada 2 Mei 1964, menetapkan Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional sekaligus menetapkan hari lahir Kartini, 21 April, untuk diperingati setiap tahun sebagai hari besar yang kemudian dikenal sebagai Hari Kartini.

Ide-ide Kartini tentang emansipasi perempuan terus menggema hingga saat ini. Ide-ide tersebut juga telah lama diterapkan dalam kehidupan di negera ini. Bahkan negara ini juga pernah memiliki presiden perempuan. Lalu bagaimana wanita di Semarang memaknai emansipasi? Tabloid Simpang5 mewawancarai beberapa nara sumber dari bidang yang berbeda.

Pertama, Leonita Putri, Owner and Founder We Made (Western Homemade) dan Kedai Brosis. Menurutnya, emansipasi wanita adalah era dimana para wanita mulai terbuka kesempatannya untuk berkreasi, berperan, dan berprestasi di macam-macam bidang tanpa memandang perbedaan gender dengan pria.

“Wanita tidak lagi malu dan takut untuk melakukan sesuatu yang biasanya dikerjakan pria. Eksistensi para wanita sudah mulai diperhitungkan di era modern seperti sekarang. Same level, same opportunity, same right! Jika pria bisa,wanita pun bisa,” paparnya

Komentar kedua dari Aii Sotya, Public Relations Star Hotel Semarang. Menurut wanita yang juga berprofesi sebagai MC dan penyanyi ini, emansipasi adalah persamaan derajat, hak untuk mengeluarkan kreativitas tidak peduli itu laki-laki atau perempuan. Misalnya, perempuan yang jadi juara off road. Kalau biasanya yang ikut off road itu laki-laki, ini perempuan dan menang pula.

“Jika dari awal tidak dikasih ijin ikut, berarti tidak ada kesempatan untuk perempuan membuktikan, jika sebenarnya perempuan juga bisa. Itu yang aku bilang kebebasan berkreativitas, dan tidak dianggap remeh,” urai Aii Sotya.

Terakhir dari Emily Firdiana Soemodipoero, Model dan Influencer yang cukup ternama di Semarang. Menurut Emily, ngomong emansipasi tidak perlu bicara jauh-jauh, emansipasi itu adalah kesetaraan gender, antara pria dan wanita. Sekarang sudah tidak jamannya apa-apa cowok. Dia memberi contoh untuk melihat supir gojek sama supir angkot sekarang banyak yang cewek-cewek.

“Hal ini menandakan bahwa cowok sudah bukan lagi dominan dalam hal ini mampu ngelakuin semuanya hal, cewek juga bisa. Apalagi kalau dihubungin sama hal leadership. Walaupun kadang cewek kebanyakan pakai perasaan, cewek juga bisa kok jadi pemimpin. Tinggal lihat waktunya nih kapan presiden kita ibu-ibu. Semoga ke depannya kaum wanita bisa berkembang dan lebih maju dalam berkarya,” ujar Emily.

Bagaimana pendapat Anda tentang emansipasi wanita?

KOMENTAR ANDA

Share.

Leave A Reply