Dari Berbagi Resep Hingga Bisnis Kuliner

0

Komunitas berbasis kuliner sedang tumbuh diberbagai kota di Indonesia. Sebagian besar komunitas yang terbentuk lebih untuk menikmati sajian kuliner. Karena itu, kegiatan berburu kuliner kemudian berbagi informasi di komunitas menjadi hal yang rutin dilakukan. Hal yang agak berbeda dilakukan komunitas BCL (Baking and Cooking with Love), komunitas ini saling berbagi ilmu dan resep dari kue hingga masakan, serta saling membantu untuk maju menjadi entreprenuer berbasis makanan.

Berdiri pada 6 Maret 2015, komunitas BCL berawal pada ketertarikan pendirinya akan dunia memasak dan kuliner. Komunitas BCL dibentuk untuk menjangkau para pemula yang mempunya hobi memasak dan membuat kue. Komunitas ini juga ingin menumbuhkan semangat kepada semua pecinta baking and cooking yang masih pemula agar mempunyai keberanian berkreasi di dapur.

“Komunitas ini terbentuk awalnya dari grup di WhatsApp, kemudian dari kesepakatan bersama kami membuat skala lebih besar dengan membuat grup di Facebook bernama Baking and Cooking with Love. Hingga November 2015, grup BCL sudah memiliki 15.896-an anggota, baik di kota besar maupun kecil yang tersebar di seluruh Indonesia,” papar Fransisca Yunisha, pendiri Komunitas BCL.

Sebagai pendiri Fransisca Yunisha memang tidak memiliki latar belakang pendidikan di bidang kuliner. Justru di sini lulusan UKSW Salatiga tahun 1993 ini menunjukkan bahwa memasak bisa dipelajari siapa saja. Wanita yang biasa dipanggil Madam Sisca dan pernah berkarir di Berca Cakra Teknologi sebagai Marketing Communication ini telah lama memiliki ketertarikan di bidang kuliner, dan memulai usaha membuat kue kering dan brownies.

“Usaha tersebut pertama kali saya lakukannya empat tahun lalu dengan merek Madam’s Kitchen, yang terkenal laris di Kedutaan Besar America, MNC Group, BNI dan Apartemen Kalibata City,” jelas wanita yang pernah berkarir di Majalah Marketing sebagai PR (Public Relations) Media dan meneruskan karirnya di bidang PR konsultan hingga tahun 2015.

Dengan bekal usaha di bidang kuliner tersebut Madam Sisca membuat Komunitas BCL menjadi komunitas berbasis edukasi. Di BCL bukan sekadar belajar tentang resep dan teknik memasak saja, namun juga dibekali dengan managemen kuliner, pembentukan karakter serta wirausaha tingkat pemula, tehnik foto dan penulisan yang baik pada kuliner dan masih banyak lagi.

“Harapan pengurus BCL, semua pemula bisa saling berinteraksi satu sama lain dan menelurkan bisnis olahan kuliner menjadi bisnis yang menguntungkan. Seperti hashtag kami #karenapemulasayaperduli #komunitasberbasisedukasi,” tambah penyuka Sushi, Japanese Food ini.
Berbagai kegiatan juga telah diadakan Komunitas BCL, seperti membuat Seminar Entrepreneur bagi pemula, membuat Latbar (Latihan Bareng) masing-masing korwil, arisan peralatan Baking, bikin kuliah online antar Korwil, Bazar, dan pembuatan Video Youtube antar Korwil.

Semua kegiatan tersebut sesuai dengan misi dari Komunitas BCL, yaitu agar pecinta Baking dan Cooking mempunyai keberanian mengekspresikan kemampuan menulis dan menayangkannya di media sosial, dengan olahan dan resep, juga mewujudkan kemampuan berwirausaha.

“Anggota grup BCL di Facebook berasal dari berbagai latar belakang. Ada ibu rumah tangga, profesional, chef, mahasiswa sekolah perhotelan, dan lainnya. Jika tertarik ingin bergabung bersama kami, bisa langsung membuka grup Facebook Baking and Cooking with Love,” ungkap wanita kelahiran Blora, 14 Oktober 1974 ini.

Untuk semakin memberi manfaat pada anggotanya, tahun 2016 nanti Komunitas BCL akan membuat sebuah program bernama Digital Platform. Dengan program tersebut diharapkan akan banyak membantu anggota BCL untuk ke depannya. “Harapannya banyak anggota kami menjadi pengusaha kuliner yang mandiri, tapi tetap peduli dengan anggota yang pemula, serta tetap mengedepankan komunitas yang berbasis edukasi,” imbuhnya.

KOMENTAR ANDA

Share.

Leave A Reply