Cara Cermat Membangun Bisnis Startup

1

Bagi yang belum pernah berbisnis, untuk memulai sebuah bisnis tentu masih meraba-raba langkah apa yang akan dilakukan. Mendapatkan arahan dari praktisi yang telah berpengalaman merupakan salah satu cara yang tepat untuk memulai bisnis. iLik sAs, dari Jaringan Rumah Usaha (JRU) membagi tips bagaimana cara membangun bisnis startup.

Menjadi pembicara dalam Akademi Berbagi Semarang yang bertempat di Rumah Belajar JRU Grha Salma Pondok Indraprasta Semarang pada Jumat (31/10) lalu, iLik sAs yang telah lama membangun bisnis yang berbasis komunitas tampak sangat mengusai materi kewirausahaan. Berbagai bisnis dan jaringan yang telah berhasil dia bangun menjadi pengalaman berharga yang bisa menjadi inspirasi sekitar 50 peserta yang hadir saat itu.

Dalam dunia bisnis di Indonesia starup merupakan sesuatu yang bisa dibilang baru. Startup yang diasosisikan dengan bisnis baru terdengar pada pertengahan 2000-an, seiring dengan perkembangan teknologi informasi. Perkembangan startup memang tidak bisa lepas dari tren bisnis di luar negeri. Bisnis yang berhubungan dengan teknologi memang berkembang sangat pesat mengikuti kebutuhan pasar.

Melihat fenomena tersebut, iLik sAs yang juga telah berpengalaman dalam bisnis yang memanfaatkan teknologi informasi menilai, ini membuka banyak peluang baru untuk dunia kewirausahaan. “Pertumbuhan bisnis startup adalah sesuatu yang positif, tetapi yang harus digarisbawahi adalah bagaimana bisnis tersebut akan bertahan selanjutnya. Itu adalah konteks kewirausahaan,” jelasnya.

Untuk memberi contoh nyata, iLik sAs mengupas salah satu peserta yang bekerja di startup nasional. Startup yang diulas ini menawarkan aplikasi lengkap dunia pariwisata di Indonesia. Menurut iLik untuk bisa bertahan startup harus memiliki kemampuan finansial. Yang tidak kalah penting adalah bagaimana startup mampu mempercepat monetisasi konsep mereka.

Membangun startup memang sama dengan membangun bisnis lain. Dengan modal awal yang dikeluarkan, tentu startup membutuhkan penghasilan untuk menjalankan dan mengembangkan bisnisnya. “Bisnis startup ataupun bisnis hari ini sangat berkait dengan kecepatan, siapa cepat dia dapat,” tegasnya.

Saat ini lanjut iLik, cukup mudah untuk menjadi wirausahawan dengan mengandalkan kemampuan atau kompetensi yang dimiliki. Caranya cukup dengan mencari di Google apa yang ingin dijual. Mesin pencari akan menunjukkan “marketplace” sesuai dengan kompetensi yang akan ditawarkan.

“Kemampuan ilustrasi, animasi, musik, desain, fotografi dan berbagai kemampuan lain, sekarang ini mudah untuk mendatangkan penghasilan. Kita bisa menawarkannya di marketplace yang memiliki pasar seluruh dunia, seperti di situs 123rf.com dan berbagai situs lainnya. Dari sini jika sukses bisa mendapatkan klien dari berbagai negara,” terangnya.

Yang tidak kalah penting dalam berbisnis adalah membangun mentalitas. iLik menekankan untuk terjun di dunia wirausaha tidak hanya mengandalkan kecerdasan saja. Membangun bisnis juga harus dengan kemartabatan yang membutuhkan kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual.

“Ketiga kecerdasan tersebut kemudian dibalut dalam sebuah pemahaman atas kecerdasan kedayatahanan. Bila kita tidak mampu memberikan proporsionalitas atas kecerdasan-kecerdasan tersebut, jebakan kapitalisme dan keserakahan personal dapat dengan mudah menghinggapi kita,” pesannya.

KOMENTAR ANDA

Share.

1 Comment

Leave A Reply