Bukan Sekadar Mengisi Waktu Luang

0

Siapa yang tidak suka jalan-jalan dan dibayar? Jika dulu jalan-jalan identik dengan menghabiskan banyak uang, kini banyak orang yang dapat penghasilan dari jalan-jalan. Sebut saja nama Barry Kusuma yang sukses jadi travel fotografer. Semua berawal dari hobinya yang suka jalan-jalan dan memotret. Sejak kuliah dia telah memiliki minat yang kuat untuk menjadi travel fotografer.

“Saat kuliah saya suka traveling, kebetulan karena travelingnya masih di Indonesia dan beberapa negara Asia Tenggara seperti Thailand, Singapura, buat mahasiswa kan mahal banget. Berawal dari pikiran itulah, rasanya sayang banget udah traveling mahal-mahal tapi ga ada memorinya, ga ada kenangannya,” ungkap Barry seperti dikutip Kumparan.

Untuk mewujudkan keinginananya mendapatkan penghasilan dari hobi tidaklah mudah. Tahun 2000 hingga 2008, Barry mengalami masa jatuh bangun agar tetap bisa bertahan meniti karirnya. Saat itu travel fotografer bukan profesi yang umum. Usaha untuk mengirimkan hasil fotonya ke berbagai majalah juga tidak berjalan mulus. Selain foto yang bagus, dia juga dituntut untuk mampu menulis artikel sesuai dengan karakter majalah. Dari 10 yang dikirim hanya ada 1 atau 2 saja yang dimuat.
Era digital yang kemudian diikuti era sosial media mengubah peruntungannya. Berawal dari bikin blog, namanya semakin dikenal. Kini setelah 17 tahun menggeluti bidangnya, Barry Kusuma menjadi salah satu nama terkemuka di dunia travel fotografer. Akun Instagramnya diikuti sekitar 60 ribu orang. Dia juga menjadi salah satu kontributor foto untuk Getty Images, perusahaan penyedia foto, berbasis di Amerika Serikat.

Tentu masih banyak nama lainnya yang sukses mengubah hobi jadi profesi. Hobi yang awalnya hanya untuk mengisi waktu luang, kini juga bisa menjadi profesi yang menghasilkan. Apa manfaat hobi dan bisakah hobi menjadi profesi? Tabloid Simpang5 mewawancarai beberapa nara sumber untuk merangkum kisah yang mereka alami sendiri.

Pertama, Rara Agha yang kini berprofesi Host, Penyanyi, dan CEO RHLMerch. Lulusan salah satu universitas di Semarang ini mulai belajar nyanyi sejak kelas 5 SD. Awalnya hanya sekadar iseng tapi lama kelamaan suka. Saat SMP dia bergabung dengan grup Qosidah, dilanjut saat SMA dengan mengikuti berbagai band lokal. Dari dunia olah vokal, Rara kemudian juga mulai mencoba di dunia Host.

“Alhamdulillah dengan kegigihan saya menjadi Host, saya mampu menyelesaikan kuliah dan mampu membiayai hidup saya sejak semester 3 hingga lulus. Saya pernah hampir menyerah ketika ditinggal Almarhum ibu pada semester 3, pernah sempat berpikir untuk berhenti kuliah, tapi alhamdulillah Allah kasih jalan, dan rejeki melalui Host ini,” ungkapnya.

Pilihan menjadi Host Wanita di kotanya cukup tepat karena saat itu masih minim yang menekuni profesi tersebut. Awalnya Rara sempat grogi karena harus mengendalikan semua acara, termasuk harus menyusun, serta menata acara agar semua terlihat rapi dan nyaman. Untuk membagi waktu dengan kuliah, dia hanya mengambil pekerjaan pada akhir pekan saat kuliah libur.

“Karena memutuskan untuk menjadi host jadi saya ketika manggung hanya mendapatkan porsi satu atau dua lagu saja, itupun saya bernyanyi juga untuk orang-orang yang hadir dan ingin menyaksikan saya bernyanyi. Jadi dalam diri saya sekarang adalah Host sebagai profesi dan bernyanyi sebagai hobi, dan kalaupun tidak kebagian bernyanyi di panggung saya mencoba di balik layar dengan belajar mengcover lagu-lagu yang sedang digemari masyarakat, jadi keduanya tetap jalan seimbang dan selaras,” paparnya.

Kedua, pengalaman dari Wanda Hutami Sadewo, Denok Semarang 2014. Agak berbeda dari pengalaman Rara Agha yang menjalani profesi dari hobinya, Wanda mendapatkan manfaat dari hobinya. Wanita yang sekarang bekerja di dunia perbankan ini memiliki hobi olahraga, seperti basket dan renang. Wanda dulu saat masih kuliah sering sekali basket karena masih ada waktu senggang, tapi sejak bekerja waktu olahraga jadi berkurang dan saat akhir pekan lebih banyak dihabiskan untuk kegiatan komunitas dan sosial.

“Sebisa mungkin minimal seminggu sekali, jika saya tidak bisa basket biasanya saya ganti dengan lari-lari di dekat rumah. Karena ketika berolahraga manfaatnya badan saya jadi terasa selalu lebih fit untuk kegiatan, tidak terlalu cepat lelah dan olahraga juga bisa bertemu dengan teman-teman sehingga bisa menghilangkan stress,” tambahnya.

Bagaimana dengan hobi Anda?

KOMENTAR ANDA

Share.

Leave A Reply