Brown Canyon Obyek Bagi yang Suka Tantangan

0

Mendengar nama Brown Canyon masuk nominasi Anugerah Pesona Indonesia (API) 2016, untuk kategori Tujuan Wisata Baru Terpopuler. Membuat tim Tabloid Simpang5 tertarik untuk kembali mengunjungi daerah yang berada di perbatasan Semarang dan Demak ini. Memang Brown Canyon akhirnya tidak menjadi juara dalam kategori ini, namun setidaknya menjadi satu-satunya wakil dari Jawa Tengah dari 10 nominasi yang masuk dari seluruh nusantara.

Bagi yang belum tahu, Brown Canyon merupakan sebutan yang diberikan para pengguna instagram untuk sebuah daerah penambangan yang hingga kini masih aktif. Dari penambangan itu terbentuk tanah yang menjulang tinggi, layaknya Grand Canyon di Amerika Serikat. Bentuknya yang unik membuat tempat ini menjadi buruan para pengguna instagram untuk tidak ketinggalan mengunggahnya di akun masing-masing.

Tim Tabloid Simpang5 meluncur dari kantor sekitar pukul 13.00 WIB, perjalanan berlangsung cukup lancar. 30 menit perjalanan kami singgah sebentar di Bebek Goreng Aminjoyo di daerah Plamongan Sari. Dari sini perjalanan hanya sekitar 15 menit menuju lokasi. Untuk menuju Brown Canyon sendiri sebenarnya bisa melalui tiga jalur, yaitu dari Pucang Gading, Klipang dan Meteseh. Kami memutuskan untuk lewat Pucang Gading.

Perjalanan kami berakhir di ujung jalan di Desa Kebun Batur, tidak jauh dari Gedung Sekolah Dasar. Dari tempat parkir, kami berjalan ke arah lokasi yang hanya sekitar 10 menit. Beruntung Gerimis menyambut tim Tabloid Simpang5 di lokasi, sehingga debu-debu tidak beterbangan. Kami memutuskan untuk tetap melanjutkan perjalanan, karena rintik air cukup kecil sehingga tidak membuat jalanan becek.

Dalam gerimis kecil, kami mengabadikan beberapa sudut Brown Canyon. Tanah-tanah yang menjulang terlihat cukup unik dan menarik bagi yang suka tantangan. Lokasi ini memang sangat ngehits sebagai salah satu lokasi untuk tempat selfie di Semarang. Jangan pernah berniat untuk wisata ke sini, karena kita tidak akan menemui obyek yang nyaman. Tapi bagi yang suka tantangan dan selfie tempat ini akan terasa cukup menantang.

Sekitar 30 menit kami mengambil sudut-sudut indah Brown Canyon. Di lokasi juga terlihat mesin-mesin berat pengeruk tanah dan truk pengangkut tanah yang terus bergerak. Bagi yang tidak ingin terganggu aktivitas pengerukan tanah, bisa datang ke lokasi di Hari Minggu atau saat libur.

Kami pun meninggalkan lokasi dengan rasa puas karena telah bisa mengambil beberapa foto dalam rintik gerimis. Dalam perjalanan kami berharap, Brown Canyon segera dikelola secara serius untuk tempat pariwisata. Menghentikan pengerukan agar keunikannya tetap terjaga dan membangun lingkungan sekitar dengan taman yang tidak saja indah tapi juga berfungsi untuk keseimbangan alam.

KOMENTAR ANDA

Share.

Leave A Reply