Biasakan Gaya Hidup Sehat

0

Ketika sedang sakit kita akan ingat, betapa penting dan nikmatnya kesehatan itu. Namun saat sedang sehat kita sering lupa untuk menjaga kesehatan. Untuk tetap menjaga kesehatan tentu kita harus membiasakan diri dengan gaya hidup sehat. Tentu kadang terasa cukup berat untuk meninggalkan kebiasaan yang tidak baik bagi kesehatan, apalagi jika hal tersebut telah manjadi gaya hidup.

Untuk inspirasi gaya hidup sehat, Tabloid Simpang5 mewawancarai beberapa nara sumber yang sesuai bidangnya. Yang pertama Nydia Rena Benita, Dokter Umum Lulusan Universitas Diponegoro Semarang. Cewek yang juga pernah menyabet juara 1 Denok Semarang ini mengemukakan, istirahat dan makan yang cukup itu paling penting untuk menjaga kesehatan.

“Saya biasa tidur malam minimal 6 jam sehari, makan 3 kali sehari dan menyempatkan diri berenang minimal seminggu sekali. Makanan yang dikonsumsi juga selalu diusahakan bergizi seimbang, ada nasi, lauk pauk dan sayuran atau buah. Selain itu, kalau sedang bekerja dan belum sempat makan, selalu sedia coklat untuk mencukupi kebutuhan kalori supaya nggak lemas,” papar gadis yang juga pernah menjadi Mbak Jawa Tengah ini.

Natalia Desy Putriningtyas, S.Gz, M.Gizi, ahli gizi Klinik Laras Langsing Semarang, menekankan pentingnya gizi seimbang. Menurutnya, gizi seimbang merupakan hidangan makanan sehari yang terdiri dari berbagai ragam bahan makanan yang berkualitas dalam jumlah dan porsi yang sesuai. Sehingga dapat memenuhi kebutuhan gizi seseorang guna pemeliharaan, perbaikan sel tubuh, pertumbuhan dan perkembangan secara optimal.

“Penerapan gizi seimbang dianggap perlu untuk meminimalisir dampak yang ditimbulkan dari kumpulan gejala-gejala yang mengarah ke penyakit degeneratif seperti diabetes mellitus, stroke, ataupun penyakit jantung dan pembuluh darah,” jelas Dosen Universitas Respati Yogyakarta ini.

Pesan utama gizi seimbang, lanjut Desy meliputi: Membiasakan makan beraneka ragam dan minum air bersih dalam jumlah yang cukup; mempertahankan berat badan; membatasi makanan berlemak, manis dan asin; membiasakan hidup aktif dan berolahraga teratur; menjaga kebersihan dan keamanan makanan, dan kebersihan diri dan lingkungan.

Dari sisi psikologi, Wanda Hutami Sadewo, Mahasiswa Psikologi Unika Soegijapranata Semarang berpendapat, kesehatan seseorang itu ada dua, kesehatan fisik dan kesehatan mental, seseorang dikatakan sehat bisa dibuktikan secara klinis dan organ tubuh berfungsi normal. Jika sehat secara mental yaitu sehatnya meliputi secara pikiran, emosional dan spiritual.

“Menurut aku psikologi berperan besar dan memberikan kontribusi nyata lebih kepada perilaku manusia, baik itu kesehatan fisik atau mental, psikologi menekankan untuk perilaku hidup sehat dan bagaimana pola pikir manusia untuk selalu hidup sehat, begitu juga kesehatan mental, seseorang lebih diarahkan untuk bisa lebih menyeimbangkan emosionalnya agar dapat seimbang. Jadi peran psikologi menurutku lebih kepada penarapannya atau merubah cara pola berfikir manusia menjadi sehat,” jelas gadis yang juga pernah menjadi Denok Semarang ini.

KOMENTAR ANDA

Share.

Leave A Reply