Atiti Selalu Profesional Menjaga Citra Perusahaan

0

Kawasan Simpang Lima siang itu tampak berdenyut dengan berbagai aktivitas di dalamnya. Lalu lintas kendaraan yang padat, serta lalu lalang para pebelanja yang keluar masuk supermarket terlihat mewarnai kawasan ini. Suasana tersebut berubah menjadi nyaman, saat memasuki Hotel Horison yang terletak di dekat lapangan Simpang Lima. Sapaan akrab para pegawai hotel juga menambah semakin nyaman suasana.

Tidak lama menunggu, Atiti Swandya, PR (Public Relations) Hotel Horison Semarang, dengan ramah menyapa dan menjawab berbagai pertanyaan dari Tabloid Simpang5 dengan mengalir. Cewek asli Semarang ini menceritakan perjalanan karirnya hingga menjadi PR di tempat yang sekarang ini. Ternyata Lulusan S1 Komunikasi UNS (Universitas Sebelas Maret) Surakarta ini telah lama terjun di dunia kerja.

“Saya mulai bekerja saat lulus dari SMA, sambil kuliah di D3 Komunikasi Undip, saya bekerja di sebuah distro di daerah Tembalang. Dari pengalaman bekerja di distro tersebut, ketika saya akan sidang untuk TA, saya diterima kerja di bagian operational promotion di salah satu perusahaan otomotif ternama di kota ini,” ungkap cewek yang biasa dipanggil Atiti ini.

Ketika telah lulus D3, Atiti tidak berhenti belajar. Wanita kelahiran 9 Juli 1989 ini kemudian memutuskan untuk melanjutkan S1 di UNS. Setelah berjalan lebih dari satu tahun dan mulai mampu mengatur ritme kuliah, cewek yang hobi yoga ini kemudian kembali bekerja. Atiti diterima bekerja di salah satu perusahan telekomunikasi di Indonesia.

“Setelah empat tahun bekerja di perusahaan telekomunikasi dan lulus kuliah, saya memutuskan pulang ke Semarang. Sebulan kemudian saya sudah bekerja di hotel ini. Dengan berbagai pengalaman dan pendidikan saya di komunikasi, saya optimis bisa menjalankan tugas dari perusahaan,” papar cewek yang juga hobi menggambar ini.

Tugas dan tantangan sebagai PR tentu tidak mudah, karena harus mampu menjaga citra perusahaan. Berbagai kondisi yang sifatnya pribadi sebisa mungkin tidak mempengaruhi dalam bekerja. Sehingga sebagai PR tidak hanya mampu menjaga tapi juga membangun citra perusahaan untuk bisa lebih baik lagi.

“Dalam hidup tentu kita kadang menemui masalah. Saat sedang ada masalah tersebut tentu kita harus bisa mengelolanya, sehingga tidak mengganggu pekerjaan. Sebagai PR harus mampu menjaga citra perusahaan secara profesional,” jelas gadis yang memiliki moto hidup ‘life is what happens while you are busy making other plan’ ini.

KOMENTAR ANDA

Share.

Leave A Reply